Kamis, 16 Oktober 2014

The art of life

This note was written by Alyssa Soebandono on her Blog (click here)
Because the context of this note really inspire and remind me for everything that I've spent, I've met, I've got, I've had, I've planned. I repost this especially for myself, if you do, just read it :)


20.9.12

Pernah merasa sedih, senang, bahagia, marah, kecewa atau apapun itu? Tentunya. Saya pun juga tidak luput dari perasaan-perasaan tersebut. Manusiawi kok. Jadi sama sekali tidak ada salahnya untuk mengekspresikan sesuatu yang memang sedang kita rasakan.

Selama ini saya selalu bertanya-tanya, apakah saya sudah cukup melakukan hal ini itu didalam hidup? Apakah saya sudah bisa menjadi orang yang pantas dijadikan panutan? Tentu belum. Saya masih jauh sekali dari hal tersebut. Dan sampai kapanpun tidak akan pernah ada kepuasan dalam diri saya. Karena manusia selalu ingin sesuatu yang lebih.

Hal tersebut pun juga terjadi pada saya. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang saya simpan mengenai hidup. Dan tidak semua nya terjawab. Lalu apa yang bisa saya lakukan? Kesal? Marah? Tidak. Saya terus mencari tahu apa yang seharusnya menjadi jawaban yang benar untuk pertanyaan saya. Kejadian-kejadian yang terjadi selama ini dalam hidup saya membuat saya semakin belajar mengenai hidup. Pada awalnya tentu saya menyesali apa yang telah terjadi dan saya pun juga merasa bahwa seharusnya tidak ini tidak itu. Tapi itulah penyesalan. Selalu dan selalu datang terlambat. Namun setelah menyesal, apakah itu menyelesaikan masalah? Tidak. Lalu apa yang bisa menyelesaikan masalah? Saya sendirilah yang mengetahuinya. Karena saya ingin menjadi apa, hanya saya dan Allah SWT yang mengetahui.

Tidak semua orang tahu bagaimana dan apa yang terjadi dalam hidup kita, dan bahkan mereka pun tidak peduli dengan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Karena mereka akan menilai berdasarkan apa yang mereka lihat dengan apa yang sudah kita lakukan. Itu juga yang terjadi dalam kehidupan saya. Namun saya bertekad kepada diri saya untuk selalu memberikan yang terbaik. Dan itulah tujuan semua orang disaat semakin dewasa.

Banyak sekali rencana yang sudah di 'susun' sebaik mungkin agar berjalan dengan sempurna, namun kerikil kecil tetap selalu ada dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Dan semakin bertambah dewasanya umur, saya semakin mengerti bagaimana untuk bisa memahami dan menerti tujuan dari kehidupan ini. Semakin kuat keberanian dan tekad saya untuk menjadikan hidup ini lebih baik, akan semakin banyak pula jawaban-jawaban yang akan muncul. Serenity not regrets.

Namun ada juga hal yang tidak bisa kita lakukan selain menjadi dan menanamkan sikap positif, karena hal tersebut adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Sometimes, thing do not go as planned. But, stay strong. Kadang kita tidak selalu mendapatkan pesan dari apa yang kita lakukan, atau mungkin masukan-masukan yang sebenarnya benar untuk kita namun tidak kita tanggapi karena merasa "ngapain harus dilakuin?". Bear in mind that someone will thank you for doing the things you do now. And that is the person you will someday be.

We always have a chance to make someone proud of ourselves. Tergantung bagaimana kita mau mebuktikannya. Sebel juga pasti kadang ketika kita selalu diberi tahu dan di 'perintahi' ini itu untuk melakukan sesuatu yang baik dalam hidup. Namun jangan pernah berhenti disitu saja. Kita tidak akan pernah tahu hidup kita akan seberapa panjang. Percaya, suatu saat semuanya akan terbayar. Appreciate everything you have got. Prove and show that we are so much more than what they see.

Be gentle and wise. Be strong and patient. Imagine life as a painting. You are the artist of your painting. Learn how to live to the fullest. That is the art of life.

Have a good life.


Love,
AS

#repost #reminder #bepositif

Tulisan : Semuanya Bermula dari Hati


Kamu tahu kan, kupu-kupu yang indah itu tidak terbentuk dengan mudah? Ia harus melalui berbagai proses yang sangaaat panjang, puluhan hari menikmati prosesnya demi sebuah bentuk yang indah dan cantik..

Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk bermetamorfosis seperti kupu-kupu, menjadi pribadi yang cantik, bukan sekedar fisik.

Setiap orang pasti ingin terus menjadi lebih baik dari hari ke hari, terutama hati.


Sekitar tahun 2010, pernah aku dengar kisah tiga orang sahabat yang sangat ingin bermetamorfoself menjadi jati diri yang baru, menjadi seorang muslimah sejati yang bisa menjaga izzah dan iffah..

Keinginan mereka itu sudah sangat lama terpendam, tapi karena beberapa hal, mereka belum bisa mewujudkannya. Terutama karena permasalahan hati. Ya, mereka menyimpan nama seseorang yang sangat spesial di hati. Mereka tak bisa memungkiri, bahwa nama seseorang itu selalu teringat kapan saja, dimana saja. Meski mereka tau, sesungguhnya hal itu salah. Oleh karena itu, keresahan-keresahan yang mereka rasakan itu, perasaan-perasaan yang mereka simpan untuk seseorang yang spesial itu, mendorong mereka untuk memperbaiki diri agar tidak terjatuh terlalu dalam.

Mereka cukup tau, darimana mimpi-mimpi dapat terangkai. Dari perubahan dalam diri untuk menjadi lebih baik setiap waktu..

Mereka sangat ingin mencoba untuk benar-benar menjadi cahaya dan membuat perubahan bagi banyak orang, terutama orang-orang terdekat.

Mereka kemudian memulainya dari hal-hal kecil, mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk, semuanya...

Mereka menyadari satu hal, bahwa untuk masa depan, mereka harus menjadi wanita sholihah, akhwat sejati, ibu buat anak-anak mereka kelak, menjadi istri yang baik untuk suami..

Kamu tau, salah satu jalan mewujudkan itu semua adanya di hati. Ya, semua bermula dari hati. Ketika hati kamu sudah menyimpan satu nama, maka hari-harimu akan dipenuhi oleh namanya, bayangan tentang dirinya, cerita-cerita tentangnya, dan segala hal tentangnya.

Kamu tau, itu semua menghabiskan cukup banyak waktumu yang berharga. Jangan memungkiri, semua merasakan itu, aku yakin. Kecuali orang-orang yang imanya sangat kuat.
Akhirnya, 3 sahabat tadi melepas masing-masing nama yang mereka simpan selama ini. Dan berani mengakhiri semua tentang pujaan-pujaan hatinya. Meski mereka harus melaluinya dengan proses yang berat, tapi mereka sudah berusaha. Hingga saat ini pun mereka masih terus berusaha, meski prosesnya tidak semulus yang dibayangkan..

Mereka hanya meyakini bahwa pertemuan adalah takdir-Nya, berpisahpun karena takdir-Nya..

Untukmu para muslimah.. Aku kagum dengan ketaatanmu pada Rabb-Mu..
Semoga kita semua, senantiasa menjaga iffah dan izzah sebagai muslimah dan hamba Allah yang terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Tak perlu-lah kau tatap masa kelammu, jadikan itu sebagai pelajaran. Cukuplah semua masa kelam itu ada di masa lalu, biarkan masa depanmu merasakan masa yang indah...

Nenden Munawaroh

Rabu, 15 Oktober 2014

Pikirkan Dulu...

Adakah hal-hal yang masih saja kita lakukan, meski kita sudah tau hal tersebut tidak baik?? Menjudge atau membicarakan sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan diri kita, misalnya. Apalagi dengan semakin berkembangnya media informasi dan komunikasi sekarang ini. Terkadang dengan melihat status di akun socmed seseorang, dengan mudahnya mulut kita men-judge yang tidak-tidak dari status si pemilik akun tersebut. Padahal, kita tidak hadir dalam kehidupannya selama 24 jam! Tapi aktivitas kepo kemudian judging itu seakan-akan sudah merupakan hal biasa untuk dilakukan.
                                  
Mungkin, diantara kita ada yang merasa senang setelah men-judge seseorang, meski hanya melalui socmed. Senang? Sedih? Atau neyesek? Tersindir? Atau mungkin merasa puas karena sudah menyimpulkan hal-hal yang menurut kita benar, setelah menelusuri akun seseorang tersebut.

Bukan merasa diri paling benar, bukan juga merasa diri ga pernah kepo kemudian men-judge seseorang dengan seenak jidat. bukan, bukan karena itu semua. Aku menuliskan ini, karena aku-lah salah satu dari orang-orang tersebut.
Karena aku sadar hal yang aku lakukan ini salah, yang kemudian membuatku berpikir sejenak, ingin rasanya meninggalkan dunia maya dengan socmed-socmed yang ada saat ini. Habis, cape, isinya Cuma keluhan-keluhan, sindiran, pamer, dan lain-lain. Meskipun banyak akun-akun yang positif yang bisa kita ikuti, contohnya akun-akun para tokoh figur (ustadz, artis-artis yang sholih & sholihah, trainer, dll). Sedihnya, status-status yang berisi keluhan dan hal2 negatif lainnya, berasal dari akun teman-teman kita sendiri, bahkan mungkin diri kita sendiri T_T. Faghfirlanaa Yaa Rabb..
Meski dengan sekuat tenaga dan pikiran + pake jurus wushu *eh XD untuk terus berpikir positif, tetap sajaaa, ada celah buat setan menggelincirkan pikiran kita huhuhu, Na’udzubillah minassyaithoonnirrojiim...

Sebelum kita terlambat menyadari, dan menyesal dengan segala kesimpulan sendiri atas segala sesuatu yang belum tentu benar, yukk kita coba terus untuk berpikir positif...

Banyak sekali perkataan dan juga perbuatan saya yang mungkin menyakiti hati orang lain dan itu termasuk pula ketika saya men-judge orang dengan seenaknya saja. Meminta maaf memang mudah, tapi bagaimana dengan rasa bersalah? Masa iya kita mau terus menerus terlambat menyadari dan menyesalinya? Karena, pasti ada titik dimana kita tidak akan peduli dengan segala perkataan dan juga tulisan yang terkesan klise, namun, akan ada saatnya pula dimana kita menyadari bahwa semua yang terkesan klise itulah justru yang seharusnya ditanamkan sejak awal. (ALYSSA SOEBANDONO)


Let’s think before judge someone or something..

Selasa, 14 Oktober 2014

Tulisan : Mempertanyakan Hidup Kita Sendiri


Kita tidak tahu apa-apa tentang hidup orang lain, sebagaimana orang lain sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang hidup kita. Bahkan sebenarnya kita tidak benar-benar tahu tentang hidup kita sebanyak pertanyaan-pertanyaan yang ada dipikiran kita tentang hidup kita sendiri.

Jawaban-jawaban atas pertanyaan itu pun tidak serta merta ada seketika kita bertanya. Ada waktu yang harus dilepaskan, ada tenaga yang harus dikeluarkan, ada keresahan yang harus dirasakan, ada ketakutan yang harus di hadapi. Demi sebuah jawaban.

Pertanyaan-pertanyaan kita atas hidup kita sendiri semakin membuat khawatir hari demi hari. Seperti menumpuk sebuah masalah padahal tidak asal kita terus melangkah. Kita tidak akan mendapatkan apapun jika kita berdiam diri.

Pertanyaan yang membuat makan kita hilang rasa, membuat tidur kita terbangun, membuat keceriaan kita seketika bungkam. Pertanyaan yang mendatangkan resah. Tapi, siapa sangka keresahan itu membuat doa-doa kita semakin dalam, semakin tulus, terasa lebih dekat kepada Tuhan.

Tidak semua nikmat itu dalam bentuk kebahagiaan. Itu yang aku pahami. Nikmat serupa kekhawatiran pun bisa kita syukuri bila kita paham bahwa kekhawatiran itu benar-benar membuat kita lebih dekat kepada Tuhan. Seolah-olah tidak ada lagi daya yang bisa kita lakukan dan hanya kepada-Nya kita menggantungkan segala bentuk jawaban.

Pertanyaan-pertanyaan hidup kita tentang esok hari, tentang pasangan hidup seperti apa yang akan mendampingi kita, tentang karier, tentang rejeki, bahkan tentang hidup setelah mati. Setidaknya kita jangan berhenti, karena langkah kaki kita akan memperdekat kita kepada semua jawaban dari pertanyaan itu.

Esok kita akan bertemu dengan orang yang akan mendampingi kita, esok kita akan tahu berapa jumlah anak kita, esok kita akan tahu kita bekerja dimana, esok kita akan mengingat hari ini, bahwa pertanyaan-pertanyaan itu akan selalu ada jawabnya.

Bandung, 17 September 2014 | (C)kurniawangunadi

#repost #reminder #muhasabah

Jangan sekali-kali menahan orang lain untuk maju. Jangan membuat mereka berhenti hanya untuk menunggumu. Jangan memaksa orang berlari sementara langkah kakinya tidak mampu mengikuti.


Lakukanlah perjalanan hidup kita meski sendiri. Kita tidak perlu berlama-lama menunggu orang datang dan mengajak kita pergi. Kita tidak perlu membuang waktu untuk seseorang yang belum tentu mau kita ajak jalan bersama. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.

Setiap langkah kaki kecil kita akan memperdekat tujuan. Tempat di mana orang orang-orang sebenarnya bertemu. Tempat di mana setiap pertanyaan kecil kita sepanjang perjalanan ditemukan.

Kurniawan Gunadi

#REPOST

Biarkanlah


Biarkanlah mereka yang menghinamu.
Biarkanlah mereka yang mencibirmu.
Biarkanlah mereka yang membencimu.
Ini bukan tentang mereka. Ini hidupmu. Kamu yang hidup dan kamu yang menentukan.
Biarkanlah Tuhan saja yang membersamaimu.
Biarkanlah Tuhan saja yang menyayangi dan mencintaimu.
Biarkanlah Tuhan saja tempatmu bersandar dan memohon pertolongan.

Fikratus Sofa Muzakkiya 
#repost

Senin, 13 Oktober 2014

For Woman Motor Riders

Bismillah..

Setelah mendengar nasihat Bapak beberapa hari yang lalu, jadi pengen nulisin tips2 buat para bikers nih, khususnya untuk para perempuan.. merinding juga denger nasihat Bapak, “Satu detik di jalan itu nyawa sangat berharga”.

Yap, memang beberapa tahun belakangan ini, pengendara motor semakin meningkat. Menurut observasiku selama ini, kebanyakan pengguna motor itu sudah cape dengan kemacetan yang ada. Mereka harus menghabiskan waktu hingga berjam-jam di dalam angkot. Sedangkan jam kerja seakan mengejar-ngejar mereka untuk tepat waktu. Aku sendiri beralasan seperti itu, bukannya gabisa berangkat lebih awal, tapi terkadang banyak hal yang harus dilakukan terlebih dahulu dirumah, akhirnya, motor jadi pilihan deh supaya ga telat dateng ke kampus.

Terkadang bertanya-tanya sendiri, apa sih yang udah pemerintah lakukan buat mengatasi kemacetan yang ga ada habisnya ini??? Maaf yah bapak-bapak.. aku juga belum bisa berbuat apa-apa sih, tapi aku berusaha untuk taat peraturan lalin kok.. Cuma belum punya sim aja *eeeh.. XD

Oke let’s continue ya.. langsung ke topik, mungkin udah banyak yang kasih tips-tips ini, dan yang akan aku sajikan ga jauh beda kok, tapi cekidot aja yaaak ^_^


  1. 1.      Pastikan Kondisi Badan Sehat
Mengendarai motor itu sangat perlu konsentrasi, jadi usahakan untuk selalu dalam kondisi kesehatan yang baik, fisik maupun mental. Kalo kamu lagi sedikit pusing aja, itu lebih baik jangan bawa motor deh, I think angkot is best choice for you. Karena khawatir di pertengahan jalan pusingnya makin menjadi, kan bahayeuu.. so, check ur condition ya


  1. 2.      Pastikan  Kondisi Motor
Bukan cuma pengendara aja loh yang harus diperiksa kondisinya, motor juga sangat perlu. Karena kalo kondisi motor ga baik, pengendara pun jadi ikut ga nyaman kan. Untuk mengeceknya bisa kita mulai dari ban, apakah kurang angin, atau kempes, dll. Jangan sampai ya kejadiannya kaya aku, dari awal berangkat ke kampus sampe pulang lagi kerumah, ga sadar kalo bannya bocor >_< parah bangettttt kan.. padahal udah ngerasa ada yang beres, tapi ga kepikiran ke ban. Huhuhu akhirnya pas dirumah di cek sama bapak, ketauan deh ban belakangnya bocor parah. Anehnya kenapa ga ada yang ngasih tau aku dijalan L
Nah, jadi, para pengendara motor sekalian, jangan sampe kejadiannya kaya aku ya. selanjutnya cek lampu, cek rem dll.. tapi kalo sering di service insyaALLAH aman deh..


  1. 3.      Safety Road
Masker, helm, sarung tangan, jaket, STNK, SIM, dll jangan sampe ketinggalan ya... masker apalagi nih, di musim kemarau ini, debunya luar biasa bangeet.. jadi jangan sampe lupa ga pake masker ya.. dan kerudung sebaiknya dimasukan ke jaket, supaya kerudungnya ga terbang-terbangan .. hehehe
Ah ya, kalau perjalanannya cukup jauh, jangan pake sendal atau sepatu sendal ya.. enakan pake sepatu deh ^_^ biar nyaman di perjalanannya.



  1. 4.      Rok-ers / Gamis-Users
Alhamdulillah ya, banyak perempuan-perempuan yang mandiri, kalo ga ada kakak atau suami yang anter, kita bisa berangkat sendiri. Tapi kita perlu perhatikan pakaian yang kita pakai juga loh.. supaya tetap aman berkendara. Dan jangan sampe buat orang jadi risih lihat kita.
Para Rok-ers.. jangan lupa untuk pake celana panjang ya, jadi ga masalah kalo roknya diangkat sedikit, supaya ga keragok untuk menurunkan kaki ketika macet. Kalo rok bagian bawahnya lebar, it’s okay, ga perlu turunin roknya, karena kaki kita masih leluasa dan mudah untuk turun. Kalo roknya model span tuh, harus diangkat, karena emang modelnya sempit kan.. begitupun yang menggunakan gamis.


  1. 5.      Perhatikan Rambu-Rambu Lalin
Kalo urusan lampu lalin udah pada tau kan pastii... but, meski udah pada tau, tetep aja masih suka diterobos kalo lampu hijau udah berubah merah. Padahal ini kan sangat membahayakan. Meskipun dari arah lain sedang hijau dan ga ada mobil yang lewat, bukankah sebaiknya kita tetap stay di tempat? Karena kita ga pernah tau, tiba-tiba ada motor atau mobil yang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.  >_< lindungi kami selalu Yaa Allah...


  1. 6.      Jangan Egois!
Hadeuhh... masalah egois ko dibawa-bawa ke jalan. Ya, emang kenyataannya banyak manusia-manusia egois di jalanan. Bukan laki-laki aja, perempuan juga buanyaaak... huhuhu menyedihkan sekali.. karena kadang-kadang tanpa sadar diri sendiri juga egois, cape juga mengalah terus *curcol* :p
Pernah satu hari, aku melewati jalanan sekitar kampus ternama di kotaku. Dengan santainya, bocah SMA, memotong jalan yang ada di depanku untuk menyebrang, sedangkan aku lagi bawa motor dalam kecepatan yang lumayan dan yang bikin kesel dia nyebrang ga lihat kanan kiri. Yaa ampuuun dek... jangan seenaknya aja atuh nyebrang teh, keselamatan kamu diperhatiin juga dong .. heu
sampe akhirnya aku sedikit teriak ke dia, eeeh dia malah menjulurkan lidahnya >_< huaa
Aku jadi ga jadi marah dah.. lucu liat kelakuan dia...

Untuk tips-tips yang lain, silahkan ditambahkan.. itu hanya segelintir tips kecil, yang aku alami sendiri sebagai motor rider yang amatir dan masih belajar untuk lapang dada ketika berkendara :D
*CMIIW*

Semoga bermanfaat ya





Pesannya : CEPET BIKIN SIM ! *ngaca*