Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 November 2014
Cermin dari Seorang Sahabat
Kota Hujan, 28 Oktober 2014
Sore itu, hujan turun cukup deras. Aku dan dua orang sahabat menanti hujan reda sambil menikmati makan siang yang sangat terlambat.
Tapi kami tetap menikmatinya, meski perutku sudah sedikit mual karena terlambat makan.
Salah satu sahabatku, terlihat sedikit pucat. Memang sejak kemarin dia mengeluh sudah tidak enak badan.
Wajar saja, karena cuaca yang berubah-ubah, sehingga kondisi tubuh kita lebih sering terserang penyakit.
Selain itu, mungkin karena dia masuk angin akibat perjalanan jauh yang harus dia tempuh pulang pergi menuju kampus.
Aku yang sama-sama mengendarai motor dengan jarak rumah menuju kampus lebih dekat dibandingkan dia saja, sering kali masuk angin.
Aku sangat kagum pada dua sahabatku ini.. Meski mereka cukup lelah melakukan aktivitas sebelum kuliah yaitu mengajar, tetapi senyum tak pernah lepas dari bibir mereka. Kadang aku malu, aku mungkin tak selelah mereka, tapi kalau tidak mood sedikiiit saja, pasti bawaannya pengen cemberut.
Ah, aku memang harus terus berkaca pada orang-orang disekitarku.. Banyak sekali hal-hal yang belum aku pahami sepenuhnya..
Bahkan tentang kesetiaan mereka-pun sangat aku acungi jempol.
Ketika hujan mulai sedikit reda, kami memutuskan untuk pulang. Meski dengan jaket seadanya, kami nekat saja.. Karena langit sudah semakin gelap, teringat kekhawatiran orang tua jika kami pulang terlalu malam.
Karena hujan masih terus turun, aku memutuskan untuk memakai jaket sekaligus menutup tas, sehingga punggungku terlihat agak menggelembung. Aku bertanya pada dua sahabatku itu, apakah ini terlihat aneh?
"Nggak kok, nggak.." begitu jawab mereka sambil tertawa kecil. Meski sebenarnya aku tahu mereka berbohong untuk meyakinkan aku.
"Ahh, yang bener?" Tanyaku lagi untuk lebih meyakinkan.
Dan masih sama saja jawaban mereka. Ah, sudahlah biarkan saja sekali ini, aku terlihat aneh. Memang sebelumnya gak aneh ya? hehehe
Akhirnya aku dan sahabatku mengendarai motor masing-masing. Biasanya dia selalu berada di depan motorku, tapi kali ini, aku yang lebih dulu.
Aku terus saja melihat ke arah spion, memperhatikan dia yang sedang tertawa-tawa.
Huhh.. pasti dia tertawa melihat bentuk anehku dari belakang.
Aku pura-pura ngambek, ketika motornya bersisian denganku.
Tapi gelak tawanya malah membuatku ikut tertawa, menertawakan kekonyolan kita.
Alhamdulillaah.. aku sangat menikmati hujan dan keberkahannya.
Setiap kali aku tertinggal agak jauh, biasanya mereka menungguku di pinggir jalan, kemudian ketika melihatku, melanjutkan perjalanan bersama.
Mungkin hal ini sering orang-orang lakukan, tapi ketika konvoi atau rombongan.
Tapi hal ini, selalu aku rasakan ketika pulang kuliah bersama mereka..
Indaah sekali yaa Rabb...
Terima Kasih telah menghadiahkan mereka di kehidupanku...
Tapi, Sudahkah aku menjadi sahabat terbaik untuk mereka?
Selasa, 14 Oktober 2014
Biarkanlah
Biarkanlah mereka yang menghinamu.
Biarkanlah mereka yang mencibirmu.
Biarkanlah mereka yang membencimu.
Biarkanlah mereka yang mencibirmu.
Biarkanlah mereka yang membencimu.
Ini bukan tentang mereka. Ini hidupmu. Kamu yang hidup dan kamu yang menentukan.
Biarkanlah Tuhan saja yang membersamaimu.
Biarkanlah Tuhan saja yang menyayangi dan mencintaimu.
Biarkanlah Tuhan saja tempatmu bersandar dan memohon pertolongan.
Biarkanlah Tuhan saja yang menyayangi dan mencintaimu.
Biarkanlah Tuhan saja tempatmu bersandar dan memohon pertolongan.
Fikratus Sofa Muzakkiya
#repost
Jumat, 29 Agustus 2014
My Dearest...
a Beautiful Letter from a beautiful Muslimah.. Please, listen our du'a Yaa Rabb..
My dearest future husband,
My expectations are not of a princess. I do not need all the riches of the world. All I ask is that you are rich with knowledge. Please do not feel threatened by labels and certificates. They mean so much less than the knowledge of Islam I pray you possess. I pray that you’ll be my other half who will help me answer our children’s’ questions when I have no idea what to say. I pray you be there to finish my sentences and teach me where I am lacking, for I know I am.
I do not expect you to be as beautiful as Prophet Yusuf (‘Aalayhi Salam), I will be grateful enough you becoming the light of my eyes. If we were meant for each other, if I am the lucky girl Allah created for you, then I’m sure Allah will bring our hearts together and make us fall in love when we finally meet. How can I expect someone handsome and good looking, when I am but an awkward and clumsy girl.
via-bawahlangit
(A Muslimah’s letter written for her future husband, her future partner and the future father to her children. Even though I have yet to meet him, I pray that you are always in the best of health, under Allah’s protection and barakah, no matter where you are. Although there is no way to determine how and where we will meet, my prayers are always with you, so that one day we will find each other under the best of circumstances).
#ToMyFutureHusband -> I'm praying for you, and I'm excited to pray WITH you, for the rest of our days...
via-phyqchan
Rabu, 20 Agustus 2014
Berjuta Makna tentang Rindu
Ketika bercengkrama dengan teman-teman KKN-ku, ada satu pembahasan yang wajar sekali kami rasakan ketika berada jauh dari orang yang dicintai.
RINDU.
Kata rindu akan sangat bermakna ketika kita terpisah jarak dengan orang-orang yang kita cintai. Sahabat, keluarga, teman-teman kelas, dosen, atau siapapun itu.
Maka, tak ada ungkapan lain selain rasa syukur, karena Allah sudah titipkan rasa cinta dan kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang yang sekarang sedang jauh dengan kita.
Hidup memang tak akan selamanya disini ataupun dimasa lalu, maupun dimasa mendatang.
Tahukah kamu, cara terbaik menurutku untuk mengatasi kerinduan adalah dengan cara mengingat moment2 indah bersama orang-orang yang kita cintai dan mendoakan kebaikan untuk mereka, mungkin saja Allah sentuh hati mereka agar merasakan rasa rindu itu. karena dengan begitu, rasa rindu kita dapat sedikit terobati, bukan?
So, sekarang, nikmati rasa rindu kepada orang-orang yang jauh disana dan tentunya nikmati kebersamaan yang ada dengan teman-teman KKN atau orang-orang yang hadir dalam hidupmu kini. Karena, ketika kelak kamu terpisah dengan mereka, perasaan apa lagi yang tertinggal, selain rindu?
Aku sangat menikmati kebersamaanku dengan teman-teman KKN-ku sekarang, karena dengan mereka banyak sekali moment yang nanti pasti akan sangaaaat aku rindukan. :)
RINDU.
Kata rindu akan sangat bermakna ketika kita terpisah jarak dengan orang-orang yang kita cintai. Sahabat, keluarga, teman-teman kelas, dosen, atau siapapun itu.
Maka, tak ada ungkapan lain selain rasa syukur, karena Allah sudah titipkan rasa cinta dan kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang yang sekarang sedang jauh dengan kita.
Hidup memang tak akan selamanya disini ataupun dimasa lalu, maupun dimasa mendatang.
Tahukah kamu, cara terbaik menurutku untuk mengatasi kerinduan adalah dengan cara mengingat moment2 indah bersama orang-orang yang kita cintai dan mendoakan kebaikan untuk mereka, mungkin saja Allah sentuh hati mereka agar merasakan rasa rindu itu. karena dengan begitu, rasa rindu kita dapat sedikit terobati, bukan?
So, sekarang, nikmati rasa rindu kepada orang-orang yang jauh disana dan tentunya nikmati kebersamaan yang ada dengan teman-teman KKN atau orang-orang yang hadir dalam hidupmu kini. Karena, ketika kelak kamu terpisah dengan mereka, perasaan apa lagi yang tertinggal, selain rindu?
Aku sangat menikmati kebersamaanku dengan teman-teman KKN-ku sekarang, karena dengan mereka banyak sekali moment yang nanti pasti akan sangaaaat aku rindukan. :)
Senin, 18 Agustus 2014
Kisah Inspiratif 1 Part 2 - END
Semakin hari, semakin sering aku dan Nana berkomunikasi. Nana butuh dukungan untuk mewujudkan kewajibannya ini. Meski hanya lewat alat komunikasi kedekatan aku dengannya justru semakin erat. Benarlah, jika ada yang mengatakan bahwa jarak dapat menciptakan ruang rindu yang tak terbatas. Melalui sms atau medsos, seakan ruang rindu kami tak terbatas. Inilah cinta yang dilandasi karena Allah. Saling mendukung dalam kebaikan.
Alhamdulillah, sekitar 3 tahun yang lalu, Nana resmi menutup auratnya. dan aku pun disebut oleh ayahnya sebagai provokator hihi
Ngga apa-apa kan klo provokatornya dalam kebaikan? :p
Uhibbuki Fillah, Nana.. Aku disini siap membantumu menyokongmu dalam memulai hari pertamamu berhijab.
Waktu berlalu, komunikasiku tak pernah terhenti dengannya. seringkali, ia mengeluhkan betapa sulitnya berhijab :( dicibir keluarga, teman kerja, dll.. Tapi, aku yakin Nana adalah wanita yang sangat kuat. Nana, semua yang pertama kali berhijab mengalami itu semua. Tapi, banyak sekali mereka yang bisa melaluinya, karena keyakinannya kepada Allah.
dan, akupun yakin kamu bisa melaluinya sayang..
Ketika bertemu denganmu, betapa semakin kagumnya aku padamu. Kamu itu orang yang taat agama, kamu itu mau belajar, dan kamu mau berjuang untuk mempertahankan hijabmu. betapa perjuanganmu berat sekali dibandingkan aku ketika harus berhijab. Keluarga bisa mendukung, lingkungan mendukung, teman mendukung, alhamdulillah.
tapi berbeda denganmu, kamu harus berjuang mempertahankan hijabmu, karena awalnya keluarga yang tak mendukung, lingkungan pekerjaan, teman dan lain-lain.
Masih ingat dalam benakku, kamu berangkat kerja menggunakan hijab, tapi ketika tiba di tempat kerja, harus membukanya :( sedih rasanya..
tapi dalam hatimu, menolak rutinitas ini. karena kamu, sudah begitu mantap untuk berhijab. tapi mungkin kamu juga takut kehilangan pekerjaanmu.
Tapi Nana sayang, masih ingatkah nasihat mamahku dulu? Rezeki kita sudah diatur, meski kamu harus keluar dari pekerjaan yang tak mendukungmu berhijab, nanti pasti Allah sudah siapkan rezeki yang lebih baik, jika kamu meninggalkan pekerjaan itu. Aku, mamah mendoakan dan mendukung kamu sayang... kamu ga sendirian.
Setelah cukup lama, akhirnya kamu menemuiku, dan mengatakan bahwa kamu sudah resign dari tempat kerjamu. Alhamdulillaah, Allahu Akbar...
Terima kasih yaa Allah telah menguatkan hati sahabatku Nana, dan memberikannya keyakinan bahwa Engkau selalu dekat dengannya.
setelah resign, Nana sempat bingung harus bagaimana menjelaskan ini ke orangtuanya.
akhirnya karena belum berani dan belum kuat untuk mengatakannya, Nana terus mencari pekerjaan yang bisa mendukungnya berhijab.
sempat aku beri saran, buka saja usaha sendiri, karena dia punya kemampuan yang sangat potensial. Tapi, dia belum siap.
Alhamdulillah, setelah cukup lama mencari, dan ketahuan orangtuanya kalo Nana sudah resign. Orangtuanya ikut membantu mencarikannya pekerjaan. dan lambat laun, orangtua Nana pun mulai paham dan mendukung segala keputusannya.
dan sekarang, Nana sudah kembali bekerja, Alhamdulillaah.. di tempat yang sangaat mendukungnya berhijab.
Nana sayang.. teruslah berjuang.. karena ujian kita takkan selesai sampai disini.
orangtua sudah mendukung, lingkungan pekerjaan pun mendukung..
namun, tak ayal, ujian hidup selalu saja menghampiri kita. dan kamu adalah salah satu orang pilihan-Nya.. Allah sangaaat ingin menaikkan derajatmu sayang..
betapa kamu sudah cukup banyak bersabar dan berusaha selama ini, jangan khawatir, Allah mencatat semua kebaikanmu.
pesanku,
semoga kamu terus bersabar hingga tak terbatas.
meski hanya satu dua teman yang setia mendukungmu, tetaplah berjalan. karena itulah sebaik-baik teman untukmu.
tetap tebar cinta dan sayang untuk orang-orang yang menyakiti hatimu.
Jangan pernah merasa kalo kamu sendirian, ada aku, orangtuamu, mamahku, dan tentunya ALLAH yang tak pernah meninggalkanmu..
I LOVE YOU BECAUSE ALLAH, NANA..
Alhamdulillah, sekitar 3 tahun yang lalu, Nana resmi menutup auratnya. dan aku pun disebut oleh ayahnya sebagai provokator hihi
Ngga apa-apa kan klo provokatornya dalam kebaikan? :p
Uhibbuki Fillah, Nana.. Aku disini siap membantumu menyokongmu dalam memulai hari pertamamu berhijab.
Waktu berlalu, komunikasiku tak pernah terhenti dengannya. seringkali, ia mengeluhkan betapa sulitnya berhijab :( dicibir keluarga, teman kerja, dll.. Tapi, aku yakin Nana adalah wanita yang sangat kuat. Nana, semua yang pertama kali berhijab mengalami itu semua. Tapi, banyak sekali mereka yang bisa melaluinya, karena keyakinannya kepada Allah.
dan, akupun yakin kamu bisa melaluinya sayang..
Ketika bertemu denganmu, betapa semakin kagumnya aku padamu. Kamu itu orang yang taat agama, kamu itu mau belajar, dan kamu mau berjuang untuk mempertahankan hijabmu. betapa perjuanganmu berat sekali dibandingkan aku ketika harus berhijab. Keluarga bisa mendukung, lingkungan mendukung, teman mendukung, alhamdulillah.
tapi berbeda denganmu, kamu harus berjuang mempertahankan hijabmu, karena awalnya keluarga yang tak mendukung, lingkungan pekerjaan, teman dan lain-lain.
Masih ingat dalam benakku, kamu berangkat kerja menggunakan hijab, tapi ketika tiba di tempat kerja, harus membukanya :( sedih rasanya..
tapi dalam hatimu, menolak rutinitas ini. karena kamu, sudah begitu mantap untuk berhijab. tapi mungkin kamu juga takut kehilangan pekerjaanmu.
Tapi Nana sayang, masih ingatkah nasihat mamahku dulu? Rezeki kita sudah diatur, meski kamu harus keluar dari pekerjaan yang tak mendukungmu berhijab, nanti pasti Allah sudah siapkan rezeki yang lebih baik, jika kamu meninggalkan pekerjaan itu. Aku, mamah mendoakan dan mendukung kamu sayang... kamu ga sendirian.
Setelah cukup lama, akhirnya kamu menemuiku, dan mengatakan bahwa kamu sudah resign dari tempat kerjamu. Alhamdulillaah, Allahu Akbar...
Terima kasih yaa Allah telah menguatkan hati sahabatku Nana, dan memberikannya keyakinan bahwa Engkau selalu dekat dengannya.
setelah resign, Nana sempat bingung harus bagaimana menjelaskan ini ke orangtuanya.
akhirnya karena belum berani dan belum kuat untuk mengatakannya, Nana terus mencari pekerjaan yang bisa mendukungnya berhijab.
sempat aku beri saran, buka saja usaha sendiri, karena dia punya kemampuan yang sangat potensial. Tapi, dia belum siap.
Alhamdulillah, setelah cukup lama mencari, dan ketahuan orangtuanya kalo Nana sudah resign. Orangtuanya ikut membantu mencarikannya pekerjaan. dan lambat laun, orangtua Nana pun mulai paham dan mendukung segala keputusannya.
dan sekarang, Nana sudah kembali bekerja, Alhamdulillaah.. di tempat yang sangaat mendukungnya berhijab.
Nana sayang.. teruslah berjuang.. karena ujian kita takkan selesai sampai disini.
orangtua sudah mendukung, lingkungan pekerjaan pun mendukung..
namun, tak ayal, ujian hidup selalu saja menghampiri kita. dan kamu adalah salah satu orang pilihan-Nya.. Allah sangaaat ingin menaikkan derajatmu sayang..
betapa kamu sudah cukup banyak bersabar dan berusaha selama ini, jangan khawatir, Allah mencatat semua kebaikanmu.
pesanku,
semoga kamu terus bersabar hingga tak terbatas.
meski hanya satu dua teman yang setia mendukungmu, tetaplah berjalan. karena itulah sebaik-baik teman untukmu.
tetap tebar cinta dan sayang untuk orang-orang yang menyakiti hatimu.
Jangan pernah merasa kalo kamu sendirian, ada aku, orangtuamu, mamahku, dan tentunya ALLAH yang tak pernah meninggalkanmu..
I LOVE YOU BECAUSE ALLAH, NANA..
Jumat, 15 Agustus 2014
Kisah Inspiratif 1 Part 1
Mungkin kisah ini sudah tidak asing lagi ditelinga aku ataupun kamu. Yaitu kisah seorang muslimah yang memperjuangkan kewajibannya menutup aurat.
Tapi, kali ini aku menyaksikan sendiri perjuangan Muslimah yang sangaaat dekat denganku, segala lika-likunya untuk berhijab, dan ujian-ujian lain ketika ia sudah mulai berhijab.. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berusaha melaksanakan kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang muslim, terutama untuk para Muslimah..
Sebut saja, Nana. Nana adalah seorang gadis yang sangat ceria, punya banyak teman, setia kawan, dan kalau tertawa terbahak-bahak :D meski begitu, ia cukup semangat dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Hanya saja, Nana belum berhijab.
Semasa SMA, ia memang jarang membicarakan keinginannya untuk berhijab. Karena lingkungannya mungkin yang belum mendukung. Dan aku sebagai orang terdekatnya, dulu masih merangkak untuk berhijab yang benar, jadi belum bisa mengajaknya untuk melaksanakan kewajiban yang satu ini.
Tahun berganti, Nana dan aku harus terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh. Tetapi komunikasi kami tetap berlanjut. Karena ia anaknya teman ayahku, jadi aku berusaha menjaga tali silaturrahim yang sudah terjalin antara ayahku dan ayah Nana. selain itu, aku juga udah merasa klop sama dia, meski aku sedikit lebih pendiem :p wkwk
Setiap kali berkomunikasi dengannya, selalu saja ada perasaan rindu dan rasa ingin bertemu dengannya, apalagi sesekali dia berkata ingin berhijab.
senaaang sekali mendengarnya. Hidayah Allah telah diberikan untuknya..
ingin berada disisinya dan memberikan sedikit semangat untuk mewujudkan keinginannya, kewajibannya sebagai seorang muslimah yang beriman.
ingin sama-sama menguatkan. karena akupun saat itu sedang terus merangkak menjadi muslimah yang terus memperbaiki diri.
saat itu, karena jarak yang memisahkan. hanya doa dan dukungan moril yang bisa aku berikan untuk Nana..
to be continued
#KisahInspiratif #Muslimah
Tapi, kali ini aku menyaksikan sendiri perjuangan Muslimah yang sangaaat dekat denganku, segala lika-likunya untuk berhijab, dan ujian-ujian lain ketika ia sudah mulai berhijab.. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus berusaha melaksanakan kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang muslim, terutama untuk para Muslimah..
Sebut saja, Nana. Nana adalah seorang gadis yang sangat ceria, punya banyak teman, setia kawan, dan kalau tertawa terbahak-bahak :D meski begitu, ia cukup semangat dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Hanya saja, Nana belum berhijab.
Semasa SMA, ia memang jarang membicarakan keinginannya untuk berhijab. Karena lingkungannya mungkin yang belum mendukung. Dan aku sebagai orang terdekatnya, dulu masih merangkak untuk berhijab yang benar, jadi belum bisa mengajaknya untuk melaksanakan kewajiban yang satu ini.
Tahun berganti, Nana dan aku harus terpisahkan oleh jarak yang cukup jauh. Tetapi komunikasi kami tetap berlanjut. Karena ia anaknya teman ayahku, jadi aku berusaha menjaga tali silaturrahim yang sudah terjalin antara ayahku dan ayah Nana. selain itu, aku juga udah merasa klop sama dia, meski aku sedikit lebih pendiem :p wkwk
Setiap kali berkomunikasi dengannya, selalu saja ada perasaan rindu dan rasa ingin bertemu dengannya, apalagi sesekali dia berkata ingin berhijab.
senaaang sekali mendengarnya. Hidayah Allah telah diberikan untuknya..
ingin berada disisinya dan memberikan sedikit semangat untuk mewujudkan keinginannya, kewajibannya sebagai seorang muslimah yang beriman.
ingin sama-sama menguatkan. karena akupun saat itu sedang terus merangkak menjadi muslimah yang terus memperbaiki diri.
saat itu, karena jarak yang memisahkan. hanya doa dan dukungan moril yang bisa aku berikan untuk Nana..
to be continued
#KisahInspiratif #Muslimah
Jumat, 08 Agustus 2014
First Day KKN Part 2
6 Agustus 2014
Let’s continue my story..
Setelah menunggu di kantor desa cukup lama, akhirnya kami
memutuskan untuk membagi tugas. Beberapa teman tetap disana untuk bertemu
perwakilan desa. Sisanya menuju tempat tinggal yang sudah disurvei terakhir
kali sama temenku. Karena beberapa hari sebelum Hari KKN, kita dapet kabar kalo
tempat tinggal yang udah kita pilih, pemiliknya membatalkan janji dengan kita
(pokonya ada deh alesannya) :’(
Padahal udah tinggal satu hari lagi kita KKN, tapi tempat
tinggal aja belom fix :’( huaaaaa
Satu ujiaan lagi niih.. alhamdulillaah...
Allah mau ningkatin derajat kesabaran kita nih... jadi
syukuri aja ya..
And finally, we got this one ..
Tempat berupa pesantren yang lagi kosong, karena santrinya
lagi pada pulang..
Kita memutuskan untuk mencari rumah/tempat tinggal baru.. dan
karena kita semua udah kelelahan dengan perjalanan yang lumayan cukup jauh,
jadi Cuma beberapa temen yang mencari rumah baru..
Sambil menunggu teman-teman mencari rumah baru, kami ditemani
oleh pengelola pesantren ini, pak Dian namanya.. beliau baiiik banget.. kita
disuguhi kelapa muda :D
segeeer :D udah mah lagi pada kelaperan...
alhamdulillaah satu buah kelapa bisa sedikit mengenyangkan...
dan akhiiirnya.. temen2 dateng.. ga lama2 kita langsung siap-siap berangkat menuju lokasi tempat tinggal yang FIX , insyaa Allah...
Alhamdulillaah.. sejak awal pembagian kelompok udah berusaha nerima siapapun temen-temen yang ada di kelompok ini.. dan bersyukuuuuur banget,, dipertemukannya sama orang-orang yang baik dan sangat solid.. special thanks temen-temen yang laki-laki karena udah bolak-balik bawain koper dan barang2 kita pake motor :D
tapii, ini nih.. katanya kalo mau masak mie biasanya pake ini nih.. apa ya namanya? kalo aku bilangnya sesin.. :D
Ternyata tempatnya ga begitu jauh sama pesantren tadi.. dan aku memilih jalan kaki.. karena pengen nikmatin suasananya dan sambil hunting foto hehehe
dan bener ajaaa.. tempatnya indaaaah banget... Masyaa Allah :)
itulah kegiatan di hari pertama..
semoga masih bisa lanjut cerita hari-hari selanjutnya disini..
karena aku masih menanti kejutan-kejutan dan hikmah dari ALLAH melalui kegiatan KKN ini...
Selasa, 05 Agustus 2014
Love at the first Sight
Alhamdulillah kemarin bisa ketemu dan silaturrahim dengan HUNTERS TO JAPAN.
Setelah sekian banyak pertemuan Hunters to Japan ini, aku
baru bisa ikut hari ini, meski hanya dengan agenda Halal Bihalal. Biasanya
setiap pertemuan itu mereka belajar bahasa Jepang bareng, hafalan surat-surat,
sharing, dan lain-lain.
Aku kagum sama mereka semua, semangat semangat banget supaya
bisa sampai ke Jepang.
Aku juga pengen kesanaaaa... tapi ke Museum Conan hehehe
Beda mimpinya sama mereka.. mereka lebih mengenal jepang :D
jadi dengan sekuat tenaga dan upaya selalu berusaha mendapatkan kesempatan di
berbagai kegiatan yang bisa mendekatkan ke mimpi mereka itu – go to Japan
–
Aku bersyukur sekali bisa dipertemukan dengan mereka melalui
my dadarguling Phyq Chan. hehehe
gegara si cantik imut lucu ini nih, aku bisa bertemu dengan orang-orang yang
mempunyai mimpi besar untuk bisa ke Jepang J dan
semangat mereka ini patut diacungi jempol ! mereka selalu bareng-bareng kalo
ada event-event tentang Jepang, ga pernah ketinggalan deh, kecuali mereka kerja
atau kuliah. Mantaaaap!
Aku padahal Cuma sibuk dirumah tapi baru bisa kumpul sama
mereka sekarang.. padahal mereka ada yang dari Tangerang, tapi luar biasaaa
disempatkan hadir.
Gimana aku ga Love at the first sight sama kebersamaan,
semangat, dan mimpi2 mereka??
Mudah2an masih bisa ketemu mereka di lain waktu.
Thank you so much Hunters to Japan
Nice to meet you all.
Minggu, 03 Agustus 2014
KATA-KATA INI ...

Seringkali, kita perlu membuka kembali lembaran masa lalu,
bukan untuk meratapi, tetapi sebagai refleksi..
That’s what I ever do, aku sering bangeet buka ulang diary
(sebenernya pake buku catetan biasa, soalnya kalo pake diary, ketauan mencolok
gitu kan.. nanti kalo ada razia dari ustazah bisa keambil :p) waktu di pondok, karena memang disanalah aku
bisa menemukan suka duka kehidupan. Yang mungkin ga akan aku alami lagi di masa
mendatang.
Hari ini, aku coba buka lagi salah satu diary Oktober 2010.
Ada beberapa kata singkat disetiap halaman bagian atas, aku lupa dapet darimana
ya ini, tapi kalo ga salah dari cover buku catetan seorang teman deh..
KATA-KATA INI...
seringkali menjadi penyemangat buat aku, yang kadang harus jatuh bangun
menguatkan hati selama di pondok..
KATA-KATA INI...
yang ternyata mempunyai energi positif yang cukup besar buat aku..
KATA-KATA INI...
yang selalu menjadi motivasi aku untuk terus menjadi pribadi yang baik..
Oleh karena ituu, aku pengen share disini.. semoga bisa memberikan energi positif juga
buat yang membaca ^_^
JUST BE ..
Be strong enough to
the world each day
Be weak enough to
know what cannot do everything alone
Be generous to those
who need your help
Be frugal with what
tou need yourself
Be wise enough to
know that you do not everything
Be foolish enough to
believe in miracle
Be willing to share
your joysbe willing to share the sorrow of others
Be a leader when you
see a path others have missed
Be a follower when
you are shrouded in certainity
Be the first to
congratulate an opponent who are succeed
Be the last to
critize the colleague who fails
Be sure where you
next step will fall, so that you will not stumble
Be sure of your final
destination, in case you are going the wrong way
Be loving to those
who loves you
Be loving to those
who do not love you, and they may change
Bermuhasabahlah
setiap waktu
Bersyukur selalu dengan
apa yang ada
Jangan banyak
mengeluh
SEMANGKA! (Semangat
Karena Allah)
Besarnya suatu
masalah, tergantung reaksi seseorang menyikapi masalah tersebut
Jadilah sahabat yang
baik, ikhlas, sabar
Tanpa KECEWA, AMARAH,
PRASANGKA (potongan lirik lagu Beranjak Dewasa, by Sherina)
Insyaallah, dengan “mencekoki” diri, hati dan pikiran kita
dengan yang positif, maka outputnya pun akan positif J
Selamat berjuang untuk menjadi pribadi positif ya ..
Langganan:
Postingan (Atom)







