Kamu tahu kan, kupu-kupu yang indah itu tidak terbentuk
dengan mudah? Ia harus melalui berbagai proses yang sangaaat panjang, puluhan
hari menikmati prosesnya demi sebuah bentuk yang indah dan cantik..
Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk bermetamorfosis
seperti kupu-kupu, menjadi pribadi yang cantik, bukan sekedar fisik.
Setiap orang pasti ingin terus menjadi lebih baik dari hari
ke hari, terutama hati.
Sekitar tahun 2010, pernah aku dengar kisah tiga orang
sahabat yang sangat ingin bermetamorfoself menjadi jati diri yang baru, menjadi
seorang muslimah sejati yang bisa menjaga izzah dan iffah..
Keinginan mereka itu sudah sangat lama terpendam, tapi karena
beberapa hal, mereka belum bisa mewujudkannya. Terutama karena permasalahan
hati. Ya, mereka menyimpan nama seseorang yang sangat spesial di hati. Mereka tak
bisa memungkiri, bahwa nama seseorang itu selalu teringat kapan saja, dimana
saja. Meski mereka tau, sesungguhnya hal itu salah. Oleh karena itu,
keresahan-keresahan yang mereka rasakan itu, perasaan-perasaan yang mereka
simpan untuk seseorang yang spesial itu, mendorong mereka untuk memperbaiki
diri agar tidak terjatuh terlalu dalam.
Mereka cukup tau, darimana mimpi-mimpi dapat terangkai. Dari perubahan
dalam diri untuk menjadi lebih baik setiap waktu..
Mereka sangat ingin mencoba untuk benar-benar menjadi cahaya
dan membuat perubahan bagi banyak orang, terutama orang-orang terdekat.
Mereka kemudian memulainya dari hal-hal kecil, mengubah
kebiasaan-kebiasaan buruk, semuanya...
Mereka menyadari satu hal, bahwa untuk masa depan, mereka
harus menjadi wanita sholihah, akhwat sejati, ibu buat anak-anak mereka kelak,
menjadi istri yang baik untuk suami..
Kamu tau, salah satu jalan mewujudkan itu semua adanya di
hati. Ya, semua bermula dari hati. Ketika hati kamu sudah menyimpan satu nama,
maka hari-harimu akan dipenuhi oleh namanya, bayangan tentang dirinya,
cerita-cerita tentangnya, dan segala hal tentangnya.
Kamu tau, itu semua menghabiskan cukup banyak waktumu yang
berharga. Jangan memungkiri, semua merasakan itu, aku yakin. Kecuali orang-orang
yang imanya sangat kuat.
Akhirnya, 3 sahabat tadi melepas masing-masing nama yang
mereka simpan selama ini. Dan berani mengakhiri semua tentang pujaan-pujaan
hatinya. Meski mereka harus melaluinya dengan proses yang berat, tapi mereka
sudah berusaha. Hingga saat ini pun mereka masih terus berusaha, meski
prosesnya tidak semulus yang dibayangkan..
Mereka hanya meyakini bahwa pertemuan adalah takdir-Nya,
berpisahpun karena takdir-Nya..
Untukmu para muslimah.. Aku kagum dengan ketaatanmu pada
Rabb-Mu..
Semoga kita semua, senantiasa menjaga iffah dan izzah sebagai
muslimah dan hamba Allah yang terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Tak
perlu-lah kau tatap masa kelammu, jadikan itu sebagai pelajaran. Cukuplah semua
masa kelam itu ada di masa lalu, biarkan masa depanmu merasakan masa yang
indah...
Nenden Munawaroh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar