Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Oktober 2014

Tulisan : Dulu dan Kini



Pernah dulu suatu hari ketika kita bertemu, itu pun kita tidak ingat jika bertemu bila kita tidak membicarakan banyak kejadian di masa lalu. Ternyata kita berada di tempat yang sama, diwaktu yang sama. Hanya saja dulu kita tidak saling kenal.
Kita menertawakan banyak bagian hidup kita yang beririsan, pertemanan kita, lingkungan kita, aktivitas kita. Betapa dekatnya. Hanya saja dulu kita tidak saling kenal.
Kita tertegun pada pertemuan kita yang tidak terduga. Kita juga terkagum pada cara kita dipertemukan. Kita tidak pernah memikirkan dan merencanakan tentang itu semua. Bahkan kita tidak menduga bahwa pertemuan itu membuat rencana hidup jangka panjang kita berubah. Dan kita dengan bahagia mengubahnya.
Kita mengkompromikan banyak hal dan menyelaraskan pandangan. Kita tertawa untuk sekian waktu, menertawakan betapa herannya kita mengapa tidak bertemu sejak dulu. Padahal kita berada sangat dekat, mungkin kita tidak saling melihat. Sibuk dengan hal-hal yang jauh. Mungkin :)




Bandung, 22 Oktober 2014 | (c)kurniawangunadi





#reposted via - http://kurniawangunadi.tumblr.com

Kamis, 16 Oktober 2014

Tulisan : Semuanya Bermula dari Hati


Kamu tahu kan, kupu-kupu yang indah itu tidak terbentuk dengan mudah? Ia harus melalui berbagai proses yang sangaaat panjang, puluhan hari menikmati prosesnya demi sebuah bentuk yang indah dan cantik..

Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk bermetamorfosis seperti kupu-kupu, menjadi pribadi yang cantik, bukan sekedar fisik.

Setiap orang pasti ingin terus menjadi lebih baik dari hari ke hari, terutama hati.


Sekitar tahun 2010, pernah aku dengar kisah tiga orang sahabat yang sangat ingin bermetamorfoself menjadi jati diri yang baru, menjadi seorang muslimah sejati yang bisa menjaga izzah dan iffah..

Keinginan mereka itu sudah sangat lama terpendam, tapi karena beberapa hal, mereka belum bisa mewujudkannya. Terutama karena permasalahan hati. Ya, mereka menyimpan nama seseorang yang sangat spesial di hati. Mereka tak bisa memungkiri, bahwa nama seseorang itu selalu teringat kapan saja, dimana saja. Meski mereka tau, sesungguhnya hal itu salah. Oleh karena itu, keresahan-keresahan yang mereka rasakan itu, perasaan-perasaan yang mereka simpan untuk seseorang yang spesial itu, mendorong mereka untuk memperbaiki diri agar tidak terjatuh terlalu dalam.

Mereka cukup tau, darimana mimpi-mimpi dapat terangkai. Dari perubahan dalam diri untuk menjadi lebih baik setiap waktu..

Mereka sangat ingin mencoba untuk benar-benar menjadi cahaya dan membuat perubahan bagi banyak orang, terutama orang-orang terdekat.

Mereka kemudian memulainya dari hal-hal kecil, mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk, semuanya...

Mereka menyadari satu hal, bahwa untuk masa depan, mereka harus menjadi wanita sholihah, akhwat sejati, ibu buat anak-anak mereka kelak, menjadi istri yang baik untuk suami..

Kamu tau, salah satu jalan mewujudkan itu semua adanya di hati. Ya, semua bermula dari hati. Ketika hati kamu sudah menyimpan satu nama, maka hari-harimu akan dipenuhi oleh namanya, bayangan tentang dirinya, cerita-cerita tentangnya, dan segala hal tentangnya.

Kamu tau, itu semua menghabiskan cukup banyak waktumu yang berharga. Jangan memungkiri, semua merasakan itu, aku yakin. Kecuali orang-orang yang imanya sangat kuat.
Akhirnya, 3 sahabat tadi melepas masing-masing nama yang mereka simpan selama ini. Dan berani mengakhiri semua tentang pujaan-pujaan hatinya. Meski mereka harus melaluinya dengan proses yang berat, tapi mereka sudah berusaha. Hingga saat ini pun mereka masih terus berusaha, meski prosesnya tidak semulus yang dibayangkan..

Mereka hanya meyakini bahwa pertemuan adalah takdir-Nya, berpisahpun karena takdir-Nya..

Untukmu para muslimah.. Aku kagum dengan ketaatanmu pada Rabb-Mu..
Semoga kita semua, senantiasa menjaga iffah dan izzah sebagai muslimah dan hamba Allah yang terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Tak perlu-lah kau tatap masa kelammu, jadikan itu sebagai pelajaran. Cukuplah semua masa kelam itu ada di masa lalu, biarkan masa depanmu merasakan masa yang indah...

Nenden Munawaroh