Adakah hal-hal yang masih saja kita lakukan, meski
kita sudah tau hal tersebut tidak baik?? Menjudge atau membicarakan sesuatu
yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan diri kita, misalnya. Apalagi dengan
semakin berkembangnya media informasi dan komunikasi sekarang ini. Terkadang dengan
melihat status di akun socmed seseorang, dengan mudahnya mulut kita men-judge yang tidak-tidak dari status si
pemilik akun tersebut. Padahal, kita tidak hadir dalam kehidupannya selama 24
jam! Tapi aktivitas kepo kemudian judging itu seakan-akan sudah merupakan
hal biasa untuk dilakukan.
Mungkin, diantara kita ada yang merasa senang setelah
men-judge seseorang, meski hanya
melalui socmed. Senang? Sedih? Atau neyesek?
Tersindir? Atau mungkin merasa puas karena sudah menyimpulkan hal-hal yang
menurut kita benar, setelah menelusuri akun seseorang tersebut.
Bukan merasa diri paling benar, bukan
juga merasa diri ga pernah kepo kemudian
men-judge seseorang dengan seenak
jidat. bukan, bukan karena itu semua. Aku menuliskan ini, karena aku-lah salah
satu dari orang-orang tersebut.
Karena aku sadar hal yang aku lakukan
ini salah, yang kemudian membuatku berpikir sejenak, ingin rasanya meninggalkan
dunia maya dengan socmed-socmed yang
ada saat ini. Habis, cape, isinya Cuma keluhan-keluhan, sindiran, pamer, dan
lain-lain. Meskipun banyak akun-akun yang positif yang bisa kita ikuti,
contohnya akun-akun para tokoh figur (ustadz, artis-artis yang sholih &
sholihah, trainer, dll). Sedihnya, status-status yang berisi keluhan dan hal2
negatif lainnya, berasal dari akun teman-teman kita sendiri, bahkan mungkin
diri kita sendiri T_T. Faghfirlanaa Yaa Rabb..
Meski dengan sekuat tenaga dan pikiran +
pake jurus wushu *eh XD untuk terus berpikir positif, tetap sajaaa, ada celah
buat setan menggelincirkan pikiran kita huhuhu, Na’udzubillah minassyaithoonnirrojiim...
Sebelum kita terlambat menyadari, dan
menyesal dengan segala kesimpulan sendiri atas segala sesuatu yang belum tentu
benar, yukk kita coba terus untuk berpikir positif...
Banyak sekali perkataan dan juga perbuatan saya yang
mungkin menyakiti hati orang lain dan itu termasuk pula ketika saya men-judge
orang dengan seenaknya saja. Meminta maaf memang mudah, tapi bagaimana dengan
rasa bersalah? Masa iya kita mau terus menerus terlambat menyadari dan
menyesalinya? Karena, pasti ada titik dimana kita tidak akan peduli dengan
segala perkataan dan juga tulisan yang terkesan klise, namun, akan ada saatnya
pula dimana kita menyadari bahwa semua yang terkesan klise itulah justru yang
seharusnya ditanamkan sejak awal. (ALYSSA SOEBANDONO)
Let’s think before judge someone or
something..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar