Senin, 18 Agustus 2014

Kisah Inspiratif 1 Part 2 - END

Semakin hari, semakin sering aku dan Nana berkomunikasi. Nana butuh dukungan untuk mewujudkan kewajibannya ini. Meski hanya lewat alat komunikasi kedekatan aku dengannya justru semakin erat. Benarlah, jika ada yang mengatakan bahwa jarak dapat menciptakan ruang rindu yang tak terbatas. Melalui sms atau medsos, seakan ruang rindu kami tak terbatas. Inilah cinta yang dilandasi karena Allah. Saling mendukung dalam kebaikan. 

Alhamdulillah, sekitar 3 tahun yang lalu, Nana resmi menutup auratnya. dan aku pun disebut oleh ayahnya sebagai provokator hihi 
Ngga apa-apa kan klo provokatornya dalam kebaikan? :p 
Uhibbuki Fillah, Nana.. Aku disini siap membantumu menyokongmu dalam memulai hari pertamamu berhijab. 

Waktu berlalu, komunikasiku tak pernah terhenti dengannya. seringkali, ia mengeluhkan betapa sulitnya berhijab :( dicibir keluarga, teman kerja, dll.. Tapi, aku yakin Nana adalah wanita yang sangat kuat. Nana, semua yang pertama kali berhijab mengalami itu semua. Tapi, banyak sekali mereka yang bisa melaluinya, karena keyakinannya kepada Allah. 
dan, akupun yakin kamu bisa melaluinya sayang.. 

Ketika bertemu denganmu, betapa semakin kagumnya aku padamu. Kamu itu orang yang taat agama, kamu itu mau belajar, dan kamu mau berjuang untuk mempertahankan hijabmu. betapa perjuanganmu berat sekali dibandingkan aku ketika harus berhijab. Keluarga bisa mendukung, lingkungan mendukung, teman mendukung, alhamdulillah. 
tapi berbeda denganmu, kamu harus berjuang mempertahankan hijabmu, karena awalnya keluarga yang tak mendukung, lingkungan pekerjaan, teman dan lain-lain.
Masih ingat dalam benakku, kamu berangkat kerja menggunakan hijab, tapi ketika tiba di tempat kerja, harus membukanya :( sedih rasanya.. 
tapi dalam hatimu, menolak rutinitas ini. karena kamu, sudah begitu mantap untuk berhijab. tapi mungkin kamu juga takut kehilangan pekerjaanmu.

Tapi Nana sayang, masih ingatkah nasihat mamahku dulu? Rezeki kita sudah diatur, meski kamu harus keluar dari pekerjaan yang tak mendukungmu berhijab, nanti pasti Allah sudah siapkan rezeki yang lebih baik, jika kamu meninggalkan pekerjaan itu. Aku, mamah mendoakan dan mendukung kamu sayang... kamu ga sendirian. 

Setelah cukup lama, akhirnya kamu menemuiku, dan mengatakan bahwa kamu sudah resign dari tempat kerjamu. Alhamdulillaah, Allahu Akbar... 
Terima kasih yaa Allah telah menguatkan hati sahabatku Nana, dan memberikannya keyakinan bahwa Engkau selalu dekat dengannya. 

setelah resign, Nana sempat bingung harus bagaimana menjelaskan ini ke orangtuanya. 
akhirnya karena belum berani dan belum kuat untuk mengatakannya, Nana terus mencari pekerjaan yang bisa mendukungnya berhijab. 
sempat aku beri saran, buka saja usaha sendiri, karena dia punya kemampuan yang sangat potensial. Tapi, dia belum siap. 
Alhamdulillah, setelah cukup lama mencari, dan ketahuan orangtuanya kalo Nana sudah resign. Orangtuanya ikut membantu mencarikannya pekerjaan. dan lambat laun, orangtua Nana pun mulai paham dan mendukung segala keputusannya. 

dan sekarang, Nana sudah kembali bekerja, Alhamdulillaah.. di tempat yang sangaat mendukungnya berhijab. 
Nana sayang.. teruslah berjuang.. karena ujian kita takkan selesai sampai disini. 

orangtua sudah mendukung, lingkungan pekerjaan pun mendukung.. 
namun, tak ayal, ujian hidup selalu saja menghampiri kita. dan kamu adalah salah satu orang pilihan-Nya.. Allah sangaaat ingin menaikkan derajatmu sayang..
betapa kamu sudah cukup banyak bersabar dan berusaha selama ini, jangan khawatir, Allah mencatat semua kebaikanmu.

pesanku, 
semoga kamu terus bersabar hingga tak terbatas. 
meski hanya satu dua teman yang setia mendukungmu, tetaplah berjalan. karena itulah sebaik-baik teman untukmu. 
tetap tebar cinta dan sayang untuk orang-orang yang menyakiti hatimu. 
Jangan pernah merasa kalo kamu sendirian, ada aku, orangtuamu, mamahku, dan tentunya ALLAH yang tak pernah meninggalkanmu..

I LOVE YOU BECAUSE ALLAH, NANA.. 










Tidak ada komentar: