Sabtu, 02 Agustus 2014

Tulisan: Di balik Tirai Jendela

Sudah lama, sudah lama aku memperhatikanmu dari balik tirai jendela, memperhatianmu dari kejauhan. Kamu, kamu yang selalu berjalan membawa buku berjaket kan hijau, kamu yang dengan sederhana tersenyum kepada semua orang di sekitarmu. Ketika itu aku terduduk di mesjid, tanpa sadar aku memperhatikanmu disana, kamu yang sedang asyik membaca kitab suci-Nya, kamu yang menikmati bercengkrama dengan-Nya dengan sujudmu, lama sekali kamu bercengkrama disana…
Kamu, tahukah kamu, aku ingin sekali mengenalmu. Meski telah ku ketahui namamu, tapi tidak sedikit pun aku tahu tentangmu. Kamu.. ijinkanlah aku disini memperhatikanmu, meski aku sendiri tidak tahu berapa lama aku akan memperhatikanmu, mungkin akan ada saatnya itu, saat dimana kamu akan pergi jauh, jauh dari penglihatanku, saat dimana kamu akan menyelesaikan studi mu dan pergi ke medan jihad berikutnya. Namun, wahai kamu… Ijinkan aku tetap disini, dari balik tirai jendela memperhatikan mu meski kamu tak pernah menyadari akan hadirku itu.
Aku percaya padaNya, jika memang kamu seseorang yang akan menemani perjalananku, jika kamu memang yang telah Tuhan Ridhai untuk membimbingku. Maka, Sejauh apa pun kamu akan pergi, selama apa pun kamu menghilang dari penglihatanku, setidak mungkin nya kini aku mengenalmu..
Jika Tuhan berkata “Iya”, maka Setidak mungkin dan Semustahil apa pun itu, Jika hal itu adalah kehendaknya, maka terjadilah..
Namun, Jika ia berkata “Tidak”, maka apa pun itu yang menurutmu baik bagimu, apa pun itu yang kamu yakini akan terjadi, jika Ia tidak berkehendak, maka tidak akan terjadi.

Dan kini, kini aku setia disini, menjaga hatiku di setiap degup jantungku, setiap nafas kehidupanku..
Dan kini, aku akan kirimkan doa terbaik untukmu, semoga Tuhan membersamaimu, dan semoga Tuhan memberikan kamu dan aku yang terbaik, terbaik dan maslahat bagi dunia maupun akhirat.
Dan kini, aku akan membiarkanmu disana, membiarkanmu terbang menggapai apa yang kamu cita-citakan setinggi langit, membiarkanmu menyelam sedalam lautan.
Hingga nanti saat nya tiba, hingga nanti Tuhan ijinkan, hingga saat nanti…
Saat dimana kamu melihatku disini, disini terduduk, terduduk manis memperhatikanmu dari balik tirai jendela, dari kejauhan, dari sudut yang entah tidak kamu sadari sebelumnya..
Saat dimana kamu melihatku nanti, aku akan tersenyum padamu, dan ingin nya aku mengatakan, “bagaimana kabarmu hari ini?”


Bogor, 3 Januari 2014

written by my dearest #PhyqChan

 #repost #latepost 

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Prahara cinta dunia :D

Anonim mengatakan...

fitrah di dunia, mungkin :D

Ling2chan mengatakan...

para anonim sekalian.. terimakasih sudah berkunjung :)
semoga prahara ataupun fitrah cinta tidak membuat kita terlena :) :)