Kamis, 28 Agustus 2014

Bunga Awal Abad

Entah nyata atau tidak. Tapi memang kurasai nyata adanya. Bukan lagi khayal atau mimpi. Dewi semacam ini, kulihat berdiri di atas kaki sendiri.
Aku di buatnya jatuh bukan kepalang. Suaranya yg luruh, dapat mengundang ribuan kumbang dari sudut2 rumah kaca. Pandangnya yg tajam, memerlukanku menunduk diam karna kaku. Seperti ada paksaan gaib yg membuatku salah tingkah ketika berhadapan dengannya. Diriku merasa rendah ketika berada di sampingnya. Tapi memang harus kuakui. Aku mengaguminya, seperti bumi mengagumi langit berbintang. Serupa pantai meng-eluk-elukan matari tenggelam. Dewi semacam ini, adalah mutiara terindah dari perhiasan2 yg indah. Hanya saja bagaimana pun indahnya mutiara, ia tidak berpribadi. Sedangkan dewi ini, menjadikan pribadinya sebagai benteng keindahan.
Pribadinya juga, Yg membuat diriku tak berdaya tatkala berucap dengannya. Kata-katanya memang pelan juga lembut. namun kekuatannya dapat menghalau serangan ke arah benteng keindahannya. Oh pribadi, kelahiranmu sungguh mewakili keindahan. Oh sang dewi, permunculanmu akan ku simpan dalam kenangan keabadian.
Betapa indah dunia ini jika dia sudi menyisakan hatinya untukku. Sekedar Meluangkan ruang di setiap kekagumanku. Aiii Idiot! Masih saja kau berpengharapan sesuatu yang mustahil terjadi.
Biarkan dewi itu bersanding dengan dewanya yg agung. Karna mutiara akan lebih indah bila di temani oleh berlian yang gagah. Bukan perunggu kotor penuh dengan goretan.
Sampai kapanpun, aku akan selalu mengagumimu dewi parahriyangan. Bukan karna tidak waras atau gila perasaan. Tetapi setelah aku pikir, tidak ada salahnya juga berterus terang dan berkata jujur apa adanya.
Hiduplah kau dewi dalam kebahagiaan. Akan kusampaikan rindu pada desir angin malam. Akan kusampaikan pesan pada kicauan burung burung camar.
Serta kuwakilkan doa pada sebuah titah baginda raja.
Untukmu, bunga awal abad.


Sebuah tulisan dari calon seorang penyair Internasional. (biar jadi doa) 

Terima Kasih untuk tulisannya ^_^
semoga Allah selalu melindungi dan mengabulkan segala permohonan sang penulis. aamiin..

1 komentar:

Acenk's (anak cengeng) mengatakan...

Artikelnya baguss. Kereen :D